21 April 2011

Kadang, Kisah cinta tak hanya milik DUA ORANG

"Mencintai jadi begitu menakutkan jika kamu adalah pihak ketiga, penghancur segalanya"


Aku bahkan tak mengerti bagaimana statusku dengan dia. Dia dengan istrinya dan aku juga bersamanya. Aku tak peduli bagaimana mempersepsikan statusku, sebagai simpanan atau bahkan sebagai penghancur hubungan orang, tapi toh tidak separah itu. Aku tak menuntut banyak hal darinya, kami saling mencintai dan pentingkah status? Aku rasa tidak.

Lupakan makan malam romantis, berbagi coklat manis, atau bahkan tanganmu menghapus air mataku saat menangis. Aku hanya kau temui secara sembunyi-sembunyi, saat kau meninggalkan pekerjaanmu hanya untukku atau saat kau tidak bersama dengan istrimu. Dalam waktu yang sangat singkat itu, aku berharap bisa terus menahanmu, karena aku benci selalu jadi prioritas kedua, karena aku benci harus kehilangan kamu saat aku benar-benar membutuhkanmu.

Ada saat-saat dalam hidupku, saat aku tetap meyakini bahwa ini hanya sementara. Aku masih meyakini suatu saat aku akan menjadi satu-satunya untuk selamanya dalam hidupmu, kamu akan menangis memelukku saat aku mengenakan gaun pengantin, kamu akan menjadi satu-satunya orang yang aku lihat saat aku terbangun dari mimpi, kita akan bahagia. Aku masih menyakini bahwa aku tidak selamanya jadi yang kedua, aku tidak selamanya akan terus kausembunyikan. Aku masih sibuk merancang mimpi indah untuk hubungan kita, walaupun kutahu kau tak pernah menghabiskan waktumu hanya untuk memikirkan akhir dari hubungan kita. Aku benci saat-saat kaumenghancurkan mimpiku dengan mengatakan bahwa kautak mungkin meninggalkan istrimu dan juga takkan mungkin meninggalkanku. Aku benci harus menata ulang mimpi itu dari awal tanpa kaumeminjamkan pundakmu saat aku menangis. Lalu, untuk apa kata cinta itu kauperdengarkan, jika kauTak bisa menjadikanku satu-satunya wanita yang kaucintai? Jika kauhanya bisa menyembunyikanku dari sorotan dunia? Jika kauhanya menutup-nutupi cerita kita dari istrimu?

Kita sering berkhayal dan bermimpi, khayalan yang akan membuat aku dan kamu tertawa lepas, berbagi tawa dan bahagia dalam sebuah ketakutan bahwa hubungan rahasia ini akan diketahui oleh seseorang selain kita berdua.

Selama ini, saat aku bersamamu, aku lupa apa arti cinta. Perasaanku mati untuk merasakan bahagia. Aku terbiasa dengan perasaan sakit yang kubuat sendiri, aku terbiasa dengan kelakuanmu yang kadang tak menganggapku ada. Kamu terlanjur membuatku percaya, bahwa cinta adalah kesabaran menjadi orang ketiga. Aku terlalu lama menyiksa diriku sendiri, hanya untuk mengharapkanmu, kamu yang tak pernah menganggap perasaanku ada dan nyata. Aku juga ingin bahagia, seperti kamu dan istrimu. Aku ingin bahagia, tanpa harus bersembunyi dan dikejar rasa ketakutan.

Aku ingin bahagia. Dan jika bahagia berarti melupakanmu, akan terus aku coba untuk melakukannya. Aku percaya bahwa sesuatu yang dipersatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Aku percaya bahwa hubungan yang telah dikuduskan oleh Tuhan tidak dapat dinodai oleh manusia. Aku ingin mengakhiri semua dosa ini. Jadi, biarkan aku jatuh cinta pada seseorang selain kamu, yang akan mengutamakanku dalam berbagai hal, yang tidak akan menyembunyikanku dari sorotan mata dunia, dan yang akan memayungiku saat hujan mencoba menggelitik manja tubuhku. Jika bahagia berarti melupakan bayangmu yang terhisap kangen tadi malam, akan aku lakukan.

Istrimu berhak mendapatkan kesetiaanmu, dia tentu bukan wanita yang kau nikahi dalam ketergesa-gesaan. Cintailah dia seperti pertama kali cinta itu ada dan menggetarkan hatimu dengan luar biasa. Percayalah, aku akan menemukan bahagia. Kita akan bahagia dalam jalan kita masing-masing, tanpa harus menyakiti pihak lain, tanpa harus menyangkal Tuhan yang menyebabkan cinta itu ada.

41 comments:

  1. MENUSUK! DALAM! MENOHOK! tidak ada kata lain selain 10 JEMPOL untuk posting ini!

    ReplyDelete
  2. :'( kebawa suasana *nangisdipojokan

    ReplyDelete
  3. pernah mengalami yang seperti ini..jadi orang ke tiga,walaupun tidak se-extreme jd penghancur rumahtangga org,,since he hasn't married yet..rasanya benar2 menyakitkan karena selalu jadi yang kedua..hiks2..jadi nangis deh

    ReplyDelete
  4. aaaaaaaaaaa... betul..betul.. aku terharuh... :'(

    ReplyDelete
  5. aku banget :( orang ketiga :'( jatuh cinta pada sahabat sendiri yang sudah punya pacar :'( *tragis*

    ReplyDelete
  6. bagussss banget.
    bahagia itu tidak selalu bersama jika akhirnya ada yang saling menyakiti.

    ReplyDelete
  7. kerenn...

    satu yg bisa kita ambil dr cerita ituu.. percayalah kau akan menemukan seseorang yg setulus2nya mencintaimu, dan akan seluruhnya memberikan kesetiaan cintanya padamu..

    inget!! kalau ingin mencari kebahagiaan, tidak boleh mengambilnya dr kebahagiaan orang lain.. :)

    over all, i love this short story.. :D

    ReplyDelete
  8. ka dwita, kalo yang visitor itu dimana link-nya ya? pengen aku tempelin di blog aku :)

    ReplyDelete
  9. "Cintailah dia seperti pertama kali cinta itu ada dan menggetarkan hatimu dengan luar biasa" didalam makna dari kata-kata itu sering sekali di ucapkan oleh orang pihak ketiga. Akupun juga pernah seperti itu...

    Aku suka cerita ini, bagus :)

    ReplyDelete
  10. bagus cerpennya , ngga kuat bacanya ;)

    ReplyDelete
  11. kata-kata di paragraf terakhir suka deh..
    ngena banget
    :)

    ReplyDelete
  12. nusuk banget. love this story :)

    ReplyDelete
  13. i know how u feel... it happened to me...

    ReplyDelete
  14. Aku belum bisa lepasin dia, dia juga.

    ReplyDelete
  15. menusuk.. :(
    aku benci perselingkuhan!
    silakan kunjungi juga : http://witri84andriyani.blogspot.com/

    ReplyDelete
  16. nice :-)
    kunjugi juga di http://sygmyherro.blogspot.com/

    ReplyDelete
  17. nice :)
    kunjungi juga http://sygmyherro.blogspot.com/

    ReplyDelete
  18. nice :)
    kunjungi http://sygmyherro.blogspot.com/

    ReplyDelete
  19. gua banget.......................:"(

    ReplyDelete
  20. kereeeeenn :)
    kunjungin ini juga ya kaka :3 http://yhanpe.blogspot.com

    ReplyDelete
  21. suka banget sm post ini, realita......

    ReplyDelete
  22. awesome...
    thank's for writer. sangat menyadarkan kita akan satu hal atas postingan ini.
    thank's juga @patriadev

    ReplyDelete
  23. gaksuka sama orang ketiga entah apa itu alasan nya tapi kisah ini bener2 nyentuh :"

    ReplyDelete
  24. hmm speechless tapi gue benci org ketiga hahaha walau cinta adalah hak semua org tapi.... u know laa masa sih mau terus2an jd yg ketiga?move on dong..
    but ini tetep bagus kok :' ) bener2 mendeskripsikan....

    ReplyDelete
  25. realita....persis kayak yang aku alamin :((

    ReplyDelete
  26. Ini mah jlebbbb bangeeettt....feel it...

    ReplyDelete
  27. Postingan yang poatif dan membuka mata semua wanita bahwa wanita akan mendapat kebahgiaan yg sejati bila ia berani mengorbankan yang bukan kebahagiaanya.

    ReplyDelete
  28. Postingan yang poatif dan membuka mata semua wanita bahwa wanita akan mendapat kebahgiaan yg sejati bila ia berani mengorbankan yang bukan kebahagiaanya.

    ReplyDelete