16 June 2017

Edisi Spesial Buku Setelah Kamu Pergi

 Judul Buku: Setelah Kamu Pergi
Harga: Rp69.000 (belum termasuk ongkos kirim)
Jumlah Halaman: 176 halaman
Bonus: TTD ASLI DWITASARI + Notes quotes Dwitasari

Sinopsis:

Aku melepas pelukmu dengan harapan ini bukan yang terakhir. Namun, kamu tetap pergi. Air mataku yang jatuh satu per satu, tak pernah kamu gubris lagi. Begitu saja kamu putuskan untuk lari, tanpa peduli dengan segalanya yang sudah kita bangun sejauh ini. Sehebat apa dia hingga mengubahmu jadi lelaki yang tak lagi kukenali?

Kamu ciptakan perpisahan, tanpa menatap aku yang kesakitan. Kamu kuburkan semua kenangan, seakan aku tidak pernah kamu jadikan tujuan. Kamu bunuh semua harapan hingga membuat aku muak dan kelelahan.

Kapan hari itu akan datang? Saat pada akhirnya kamu akan berhenti mencari, kemudian menyadari bahwa akulah harusnya tempatmu kembali.

Fakta Buku Setelah Kamu Pergi:

Cetakan pertama buku ini LUDES di toko buku hanya dalam waktu 12 hari. Bahkan, dalam waktu 3 bulan, buku ini sudah masuk cetak ulang keempat! Apa yang bikin ini dicari-cari banyak orang? Temukan jawabannya di bukunya! 

Cara Pre Order Edisi Spesial Setelah Kamu Pergi:

Isi Format Pemesanan:

SKP EDISI SPESIAL
Nama:
Nomor HP:
Alamat:
Transfer via (MANDIRI/BRI/BCA/BRI):

Kirim format pemesanan kamu via chat ke salah satu kontak di bawah ini:

WA: 0822-6102-2388
Line: @vaf5655t (pakai @) atau klik link ini

Hanya tersedia 50 paket buku, ya! Siapa cepat, dia yang dapat! :* 


29 May 2017

Delapan Hari Setelah Segalanya Berakhir

Baca Sebelumnya Enam Hari Setelah Segalanya Berakhir


Tidak akan pernah ada orang yang siap menghadapi perpisahan, termasuk aku yang tidak pernah siap untuk kehilangan. Kamu masuk ke dalam hidupku, memberi banyak arti, melukis banyak warna, menyisakan banyak peluk, menyimpan banyak genggaman tangan. Betapa mudah kamu masuk ke dalam hidupku, semudah itu juga kamu meninggalkanku.

Kamu tentu tidak paham, kekuatan cinta selalu berhasil membahagiakan siapapun, juga selalu berhasil menyakiti kapanpun. Aku terbuai pada cinta yang kaubisikan di telingaku, pada rindu yang kaudengungkan dalam setiap percakapan kita, sayangnya itu tak bertahan lama-- sekejap saja kamu ubah semua, dari nyata jadi semu semata. 

Kamu mengaburkan pandanganku tentang cinta. Kamu mengubah duniaku yang telah berwarna kembali abu-abu lagi. Kamu membirukan segalanya, mengubah setiap candu jadi luka baru. Hatiku lebam-lebam, sementara kamu tidak peduli pada kondisiku yang kesakitan.

Tidak bisakah waktu diputar ulang kembali, saat aku dan kamu masih saling mencintai? Tidak bolehkah aku mengharapmu sekali lagi, memelukmu seerat dulu lagi? Aku masih tidak percaya, secepat ini kamu mengakhiri semua, seakan aku bukanlah sosok penting yang patut diperjuangkan. Aku bahkan seakan tidak berhak untuk dibahagiakan. Kepergianmu tentu saja menghancurkan, meremukan, dan meniadakan kenyataan.

Aku terlambat menyadari, mungkin saja ini drama belaka. Mungkin saja, sesungguhnya kamu tidak benar-benar cinta. Mungkin saja, kata cintamu palsu semata. Aku terlampau melibatkan perasaan, memberi segalanya yang bisa kuberikan, berkorban apapun yang bisa aku lakukan, sayangnya segalanya tidak pernah cukup. Segalanya tidak akan pernah cukup. Setiap tuntutanmu yang justru aku jalani dengan baik, segala keinginanmu yang justru telah aku wujudkan, justru membuatmu pergi tanpa alasan dan penjelasan.

Kamu meninggalkanku dengan alasan sungguh klasik. Takut aku tidak bahagia denganmu. Takut kamu selalu membuatku menunggu. Takut kamu tidak mampu mencapai ekspetasiku. Takut kamu tidak bisa mencintaiku secara utuh. Ketakutan-ketakutan yang nampaknya hanya kamu ucapkan agar aku segera percaya dan memutuskan untuk menjauh darimu.

Delapan hari setelah kamu pergi, segalanya masih sama dan begitu hampa. Menyadari bahwa kamu tak ikut terluka, membuat aku terus bertanya-tanya. Jika dari awal segalanya tak didasari cinta, mengapa kaubegitu berani untuk berkata cinta? Jika dari awal memang dalam hatimu tidak pernah ada perasaan sayang, mengapa kamu memanggilku dengan panggilan sayang? Jika selama ini aku hanyalah pemain pendukung dalam drama kehidupanmu, mengapa seakan kaulibatkan aku begitu jauh dalam dramamu?

Kamu tahu, Sayang? Tidak ada yang lebih menyakitkan, daripada berjalan terlalu jauh, lalu kautinggalkanku di tengah jalan, sebelum kita berdua sampai di tujuan. Kautinggalkanku begitu saja. Begitu saja. Seakan kita tidak pernah memulai segalanya. Seakan aku bukan siapa-siapa. Seakan aku hanya mainanmu saja.

Jika kauanggap hubungan kita hanyalah permainan yang segera berakhir, mengapa justru aku yang jadi korban dalam setiap permainanmu? Bukan kamu.

Jika kauanggap hubungan kita hanyalah permainan, salahkah aku yang terlalu serius, terlalu melibatkan perasaan, dalam permainan ini?

***

Pemesanan buku TERBARU Dwitasari, berjudul Setelah Kamu Pergi, silakan klik di sini :')